Menu

SIDAK DUKTANG DI BR. PEMALUKAN

  • Senin, 16 Juli 2012
  • 1554x Dilihat
Meski telah rutin dilaksanakan sidak penduduk pendatang (duktang) di seluruh wilayah Kota Denpasar baik yang dikoordinir oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Denpasar, maupun langsung dilaksanakan oleh banjar-banjar dan desa/lurah namun tetap saja banyak duktang yang terjaring duktang saat dilaksanakan sidak administrasi kependudukan secara gabungan. Seperti sidak administrasi kependudukan yang dilaksanakan di Banjar Pemalukan Kelurahan Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara, Jumat malam (13/7) Puluhan duktang terjaring. Sidak yang melibatkan Tim Penertiban Penduduk Kelurahan, pecalang dan aparat Banjar setempat ini berhasil menjaring 60 penduduk pendatang yang terdiri dari pendatang luar Provinsi Bali sebanyak 35 orang luar Kota Denpasar sebanyak 25 orang. Kepala Lingkungan Br. Pemalukan, I Nyoman Suardana ditemui di sela-sela penertiban mengatakan jumlah penduduk di Br. Pemalukan cukup banyak mengingat telah terjadi perluasan wilayah dengan adanya kesepakatan dengan Br. Kertasari.. Mengingat Br. Pemalukan terletak sangat strategis menyebabkan banyak duktang yang mencari kos-kosan di wilayahnya. “Meski sudah secara rutin dilaksanakan penertiban administrasi kependudukan tetapi tetap saja banyak duktang yang terjaring,”ujar Suardana. Hal ini disebabkan mobilisasi penduduk di Pemalukan sangat tinggi. Lurah Peguyangan I Wayan Yusswara menambahkan semua Lingkungan yaitu sebelas delapan banjar yang ada di wilayah Kelurahan Peguyangan telah rutin dilaksanakan penertiban administrasi kependudukan. Meski rutin dilaksanakan namun tetap saja banya penduduk pendatang tanpa identitas terjaring seperti di Br. Pemalukan ini. Bahkan dalam sidak rutin yang dilaksanakan oleh banjar-banjar banyak penduduk pendatang yang tanpa identitas tejaring tetap saja kesadaran masyarakat untuk mengurus identitasnya masih kurang. Ia mengharapkan melalui sidak administrasi kependudukan yang dilaksanakan secara rutin dapat meningkatkan kesadaran para penduduk pendatang untuk mengurus identitasnya bagi yang ingin tinggal di Kota Denpasar. Sidak kependudukan yang dilakukan ini untuk mengajak penduduk pendatang yang mau tinggal di Kota Denpasar agar mengurus ijin tinggalnya. Hal ini demi terciptanya tertib administrasi kependudukan di Kota Denpasar. “Sidak administrasi kependudukan ini juga untuk memberikan kenyamanan pada penduduk di Kota Denpasar dengan memiliki identitas yang lengkap dan jelas,”ujar Yusswara. Hal ini juga untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan sekaligus sebagai kontrol terhadap aktivitas penduduk pendatang di Kota Denpasar. Bali sebagai destinasi wisata dunia dimana keamanan sebagai indicator utama. Oleh karena itu partisipasi segenap komponen masyarakat dalam menjaganya mutlak diperlukan, apalagi akhir-akhir ini hal tersebut mulai terusik dengan berbagai akasi terror yang mengatasnamakan keyakinan tertentu dan cenderung menjurus SARA. Jadi kegiatan ini tidak saja menjaring identitas penduduk pendatang itu sendiri, akan tetapi mengantisipasi aksi-aksi terror yang mengancam stabilitas keamanan dan ketertiban Bali. Kegiatan yang merupakan agenda rutin Kelurahan ini tidak semata-mata menjaring pendatang bermasalah, akan tetapi semakin menyadarkan masyarakat untuk tertib administrasi kependudukan.

Berita Terpopuler