Menu

PENYULUHAN HIV-AIDS

  • Rabu, 11 Januari 2012
  • 1473x Dilihat
Masalah HIV dan AIDS harus menjadi perhatian semua pihak karena telah dinyatakan sebagai masalah Kesehatan masyarakat. Epidemi AIDS dapat menjadi ancaman bagi kesehatan, berdampak pada kehidupan sosial, sumber daya manusia, pendidikan, keamanan politik dan ekonomi bahkan berdampak pada Pembangunan Daerah karena menyebabkan kematian terutama generasi usia muda. Jumlah kasus yang terlaporkan hanya merupakan sebagian kecil dari kasus sesungguhnya, sehingga hal ini sering disebutkan sebagai fenomena gunung es, hanya permukaannya saja yang terlihat. Hal ini terjadi karena HIV hanya bisa dideteksi dengan tes darah dan tidak memiliki ciri – ciri khusus. Orang yang terinfeksi HIV tidak menunjukkan gejala sakit hingga 5 – 10 tahun setelah terinfeksi. Gejala yang timbulpun tidak sama pada semua orang, ada yang kena TBC, ada yang diare berbulan – bulan dan sebagainya, yang mana hal ini disebut infeksi oportunistik. Untuk memberikan pemahaman tersebut kepada masyarakat, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan Kota Denpasar bekerjasama dengan KPA Kota Denpasar melaksanakan penyuluhan di Br. Tektek Kelurahan Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara. Kasus Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), saat ini tidak saja menjalar di Kota-kota besar. Penularannya yang melalui hubungan seks bebas dan penggunaan obat-obatan terlarang, saat ini sudah mulai menjalar ke desa-desa. Melihat kondisi ini, informasi menjadi sangat penting untuk disampaikan secara berkesinambungan kepada masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS. Peserta yang terdiri dari warga/karma banjar, PKK dan STT ini begitu antusias mengikuti penyuluhan dimana telah terjadi kumunikasi secara interaktif dengan Tim dari Yayasan Kerti Praja, Bagian/SMF Ilmu Kedokteran Forensik FK.UNUD/RSUP Sanglah. Dengan adanya penyuluhan ini diharapkan masyarakat lebih terbuka dan berhati-hati baik itu dalam mengantisipasi maupun dalam penanganannya. Sementara Lurah Peguyangan I Wayan Yusswara mengatakan penyuluhan ini sangat penting agar terdapat suatu kesamaan dalam pemahaman dalam masyarakat seandainya kejadfian ini terjadi di lingkungan Banjar setempat. Bagaimana mengantisipasi dan bila sudah diketahui agar tidak dikucilkan terlebih lagi disaat pemandian jenazah tersebut agar mengikuti ketentuan standar yang ditetapkan oleh pihak rumah sakit. (yus).

Berita Terpopuler