PEMBINAAN GSI
Gerakan Sayang Ibu adalah Suatu Gerakan yang dilaksanakan oleh masyarakat, bekerjasama dengan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan melalui berbagai kegiatan yang mempunyai dampak terhadap upaya penurunan angka kematian ibu karena hamil, melahirkan dan nifas serta penurunan angka kematian bayi. Tim Pembina GSI (Gerakan Sayang Ibu) Puskesmas Denpasar Utara III yang dipimpin A.A Taruma melaksanakan pembinaan GSI tahap kedua di Kelurahan Peguyangan. Dalam kesempatan ini ketua tim menyampaikan pentingnya Gerakan Sayang Ibu dilakukan karena :
• SDM yang berkualitas sangat menentukan keberhasilan suatu pembangunan.
• Pembentukan kualitas SDM yang berkualitas ditentukan dari janin dalam kandungan, karena perkembangan otak terjadi selama hamil sampai dengan 5 tahun.
• Kesehatan Ibu dan Anak factor paling strategis untuk meningkatkan mutu SDM.
• Angka Kematian Ibu ( AKI ) karena hamil, bersalin dan nifas di Indonesia tergolong tinggi diantara Negara2 ASEAN.
• Tingginya AKI dan AKB di Indonesia memberikan dampak negati pada berbagai aspek.
• Kematian Ibu menyebabkan bayi menjadi piatu yang pada akhirnya akan menyebabkan penurunan kualitas SDM akibatnya kurangnya perhatian, bimbingan dan kasih sayang seorang ibu.
Adapun Maksud dan Tujuannya antara lain :
ï‚§ Menyegarkan dan meningkatkan pengetahuan Satgas GSI tentang berbagai program Gerakan Sayang Ibu ( GSI ) dari stake holder terkait.
ï‚§ Menyegarkan dan meningkatkanpengetahuan Satgas Gerakan Sayang Ibu ( GSI ) tentang peran stake holder terkait dalam Gerakan Sayang Ibu.
ï‚§ Identifikasi Masalah yang menyebabkan kematian Ibu faktor determinan yang perlu diperhatikan antara lain :
ï‚§ Kondisi sosial Ekonomi keluarga meliputi : pendapatan ( daya beli ), derajat pendidikan ibu,m pengetahuan keluarga dan masyarakat tentang kesehatan.
ï‚§ Kesehatan reproduksi : umur, paritas, status perkawinan.
ï‚§ Tingkat partisipasi masyaraka. Potensi institusi dan peran serta masyarakat.
ï‚§ Kondisi sosial budaya masyarakat ( nilai-nilai budaya yang mendukung dan menghambat).
ï‚§ Komitmen politik dan pemerintah daerah : Gubernur, Bupati/Walikota, Camat dan Kepala Desa/Lurah.
ï‚§ Komitmen para pelaksana : PLKB, Bidan, dll
Dalam pembinaan ini disampaikan bahwa jenis-jenis intervensi yang dapat dilakukan oleh setiap daerah memiliki variasi alternatif pemecahan masalah yang berbeda-beda. Untuk itu jenis-jenis intervensi yang dilakukan disesuaikan dengan sosial budaya, ekonomi dan tingkat pendidikan keluarga dan masyarakat.
Karena melalui GSI diharapkan akan dapat menekan angka kematian ibu dan bayi, beberapa sebab kematian ibu dan bayi yang menonjol disebabkan oleh : pendarahan, eklamsia (keracunan kehamilan), infeksi, penanganan abortus yang tidak aman dan partus (Persalinan) yang lama. Angka kematian ibu dan bayi yang tinggi juga disebabkan oleh adanya hal-hal diluar medis seperti kurang adanya kesetaraan gender, nilai budaya di masyarakat yang merendahkan perempuan. Masalah tersebut mengakibatkan rendahnya perhatian suami/laki-laki terhadap masalah ibu melahirkan serta kurangnya kemampuan untuk membuat keputusan bagi kesehatan diri sendiri. Selanjutnya dikatakan bahwa GSI adalah gerakan percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi yang dilaksanakan bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat, untuk lebih meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kepedulian dalam upaya interaktif dan sinergis.Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu wujud hak asasi perempuan dan anak, akan tetapi pada saat ini kesehatan ibu dan anak khususnya bayi baru lahir, merupakan tugas bersama antara pemerintah, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi perempuan dan organisasi profesi. Disamping itu strategi Pemerintah dalam meningkatkan percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi ini juga dilakukan program advokasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) bagi bidan, LPM, PKK, PLKB, tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam pendataan ibu hamil serta pengembangan rujukan oleh masyarakat serta peningkatan kualitas kesehatan kepada masyarakat. Disamping ada “SIAGA†( siap, antar, jaga ) oleh pemerintah juga telah dikembangkan P 4 K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) yang dimaksudkan untuk menuju persalinan yang aman dan selamat bagi ibu.Selain itu juga untuk meringankan warga dalam hal pembayaran, biaya persalinan tersebut dicicil melalui tabungan ibu bersalin (tabulin).
Menurut A.A Taruma, program gerakan sayang ibu juga meliputi persiapan menghadapi kelahiran. Hal tersebut adalah hal terpenting sebab terkadang masalah ini cenderung diacuhkan dan baru dilaksanakan menjelang melahirkan.
IB Pasti Asirwada dari Koordinator PLKB Kecamatan Denpasar Utara mengatakan bahwa, melalui pembinaan ini diharapkan pemerintah desa/Kelurahan dapat mengambil langkah – langkah preventif untuk menekan angka kematian ibu. Oleh sebab itu program Gerakan Sayang Ibu kali ini, diharapkan menjadi momentum untuk memperhatikan dan memprioritaskan peningkatan gizi pada ibu hamil. Harapannya â€Ibu Sehat, Anak Sehat, Bangsa Kuat“ dapat terwujud
Sebagai salah satu Kelurahan yang mewakili Kota Denpasar lomba GSI, Yusswara menyatakan terimakasih dan apresiasi kepada segenap tim yang telah hadir dalam memberikan pembinaan, arahan untuk lebih tertibnya adminitrasi dan kesiapan dari Kelurahan dalam mengikuti lomba ini. Lomba ini juga merupaka momentum untuk memperhatikan dan memprioritaskan peningkatan asupan gizi pada ibu hamil dan kesehatannya.