Menu

MEDIASI ANTARA ORANG TUA SISWA DAN GURU SD N 11 PEGUYANGAN

  • Jumat, 06 Desember 2024
  • 6843x Dilihat

Jumat, 6 Desember 2024.

Hari ini telah terlaksana pertemuan antara orang tua siswa dan pihak sekolah terkait postingan yang ramai beredar di sosial media yang menyeret nama SDN 11 Peguyangan. Dalam pertemuan ini turut hadir Pengawas Sekolah, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar yang diwakili oleh Korwil Denpasar Utara, Kapolsek Denpasar Utara, Lurah Peguyangan, Ketua Komite Sekolah, Kepala Lingkungan Pemalukan, serta Kepala Sekolah dan guru-guru SDN 11 Peguyangan.

Pertemuan ini membahas terkait direct message yang dikirimkan oleh salah satu orang tua siswa SDN 11 Peguyangan kepada akun instagram salah satu anggota DPD RI Perwakilan Bali yang menyebutkan adanya dugaan diskriminasi yang dilakukan oleh salah satu guru kepada siswa di SDN 11 Peguyangan .

Kesimpulan dari pertemuan ini adalah semua terjadi akibat kurangnya komunikasi yang terjadi antara pihak orang tua siswa dan pihak sekolah. Kedua belah pihak memiliki tujuan yang sama yaitu mendidik anak menjadi lebih baik.

Guru SDN 11 Peguyangan yang namanya disebut dalam postingan pada akun instagram tersebut juga sudah memberikan klarifikasi bahwa konsekuensi untuk pindah belajar ke kelas lain yang didapat oleh siswa jika abai kepada tugas merupakan bagian dari kesepakatan yang sudah disetujui oleh semua siswa dan diketahui oleh orang tua siswa. Tujuan dari konsekuensi itu tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menimbulkan rasa bertanggung jawab pada diri siswa sehingga pelajaran dapat terlaksana dengan baik dan lancar sehingga tidak menghambat pelajaran untuk siswa lainnya. Meskipun demikian, pihak guru dari SDN 11 Peguyangan juga meminta maaf jika niat baik yang dilakukan belum dapat memuaskan semua pihak dan membuat ketidaknyamanan untuk salah satu siswa.

Salah satu statement yang disebutkan dalam postingan tersebut juga sudah disangkal oleh guru dan pihak sekolah yaitu statement tentang siswa yang diminta membersihkan ruang guru sendirian. Disebutkan oleh pihak sekolah bahwa hal tersebut tidak pernah terjadi dan dapat dikonfirmasi kepada siswa.

Di sisi lain, pihak komite merasa kecolongan dan menyayangkan mengapa hal ini tidak disampaikan terlebih dahulu secara internal tetapi sudah viral di dunia maya. Padahal masalah ini dapat dikomunikasikan dan diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak orang tua siswa juga sudah mengakui bahwa sebelumnya yang bersangkutan belum pernah membicarakan hal ini kepada guru maupun pihak sekolah yang lain. Orang tua murid tidak menyangka dampak dari direct message yang dikirimkan akan memberikan efek yang besar kepada banyak pihak dan sudah meminta maaf karena tidak menyelesaikan permasalahan dengan pihak sekolah terlebih dahulu.

Pertemuan ini diakhiri dengan permohonan maaf dari kedua belah pihak dan setuju untuk bersinergi dengan lebih baik ke depannya demi anak didik yang hebat dan berkarakter.

Berita Terpopuler