LUAPAN SUNGAI TELANGA
Meningkatnya intensitas curah hujan akhir-akhir ini puncaknya terjadi pada malam hari tanggal 8 Nopember 2011. Curah hujan di Kelurahan peguyangan bisa dikatakan dalam kondisi normal, namun curah hujan di hulu mengakibatkan terjadi banjir kiriman yang dalam hitungan menit berdampak luar biasa bagi masyarakat khususnya yang tinggal di pinggir aliran sungai Telanga. Adapun kejadian menonjol akibat dari banjir tersebut dapat kami inventarisi sebagai berikut :
1. Di Lingkungan Pemalukan terdapat beberapa rumah yang tergenang air cukup tinggi sehingga mengakibatkan beberapa kerugian yaitu 7. rumah tinggal, 1 rumah kost, dan Sekolah Dasar No. 11 Peguyangan. Kondisi rumah dimaksud dapat kami laporkansebagai berikut:
1.1 Rumah Pak Rajin, Ketut Sumartika, Made Ribik, Wayan Candra dan I Wayan Denia
Kondisinya air meluap sampai menggenangi rumah yang bersangkutan setinggi 1 Meter .
Air menggenangi rumah sampai masuk ke kamar keluarga.
1.2 Jalan Lembusora Gang Arjuna Rumah Pak Made Sugiatmaja
Letak rumah yang berada di atas sungai Telanga dimana kerugiaannya berupa robohnya tembok penyengker sepanjang 10 meter dan tergenangnya rumah yang bersangkutan .
1.3 Jalan Lembusora Gang Arjuna Rumah Pak Sumerta
Kondisinya semua peralatan rumah tangga basah tergenang air
1.4 Rumah Kost Bu Ayuk Jalan Tunggul Ametung
Rumah kost ini terletak di pinggir sungai sebelah utara Jalan Tunggul Ametung dimana air meluap dan menggenangi seluruh kamar kost
1.5 Senderan sepanjang 3 meter di Jalan Lembusura roboh dan senderan got di jalan Bedahulu V sepanjang 3 meter juga jebol.
1.6 Sekolah Dasar No. 11 Peguyangan
Kondisi sekolah cukup memprihatinkan dimana tembok sekolah setinggi 2 meter sebagian jebol kurang lebih 3 meter. Dengan robohnya tembok penyengker tersebut air masuk ke halaman sekolah yang mengakibatkan sebuah ruangan perpustakaan rusak parah dimana buku-buku yang baru saja selesai teregistrasi basah semua dan nyaris tidak bisa dipergunakan lagi. Dari segi kerugian di perpustakaan tersebut saja dapat kami sampaikan sekitar 20 ribu judul buku dan dari anggaran SSN sebesar 35 Juta dan buku-buku sumbangan orang tua dan wali murid serta bantuan dari Badan Arsip Perpustakaan dan Dokumentasi Kota Denpasar.
1.8 Salah satu warga Br. Pemalukan an. I Ketut Widiastra umur 40 thn beralamat di Jalan Lembusura gg. Sari No. 5 mengalami luka tertusuk paku pada telapak tangan saat menyelamatkan ternaknya. Sekarang yang bersangkutan sudah melakukan pengobatan di RSUD Wangaya dan dilayani dengan JKBM.
2. Dengan kejadian seperti di atas harapan kami agar masyarakat lebih waspada dan yang tidak kalah pentingnya adalah agar tetap menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan khususnya normalisasi saluran drainase dan irigasi yang ada di lingkungannya