KOORDINASI PENYAMBUTAN NYEPI CAKA 1934
Koordinasi dan antisipasi mutlak dilaksanakan dalam rangka optimalisasi penyambutan rangkaian prosesi hari suci Nyepi Caka 1934. Oleh karena itu Kelurahan Peguyangan beserta segenap komponen masyarakat melaksanakan pernyamaan persepsi dan memantapkan koordinasi untuk hal tersebut. Rapat yang dihadiri oleh Desa Pakraman, Babinsa, Babinkamtibmas, Kelihan Banjar, Kepala Lingkungan, STT, Karang Taruna dan Tokoh Puri tersebut berhasil menelorkan beberapa kesepakatan yang umumnya tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dimana pada intinya seluruhnya berharap prosesi ini berjalan dengan tertib aman dan terkendali.
Khusus untuk arahan dari Desa Pakraman terkait dengan pelaksanaan pemelastian juga telah disampaikan ada kemajuan satu hari untuk melasti ke segara. Hal tersebut juga sudah merupakan hasil parum di Desa Pakraman.
Terkait dengan pelaksanaan tawur kesangan atau pengrupukan, Ketua Pecalang Desa Pakraman A.A Santriawan memberikan opsi/pilihan kepada STT terkait dengan prosesi ogoh-ogoh, yang kemudian melahirkan 6 zona yang antara lain sbb:
1. Br, Kepuh, Br. Tengah, Br. Benaya, Br. Pulugambang dan Br. Tektek prosesi pawai adalah terkonsentrasi di jaba puri Peguyangan
2. Br. Pemalukan melaksanakan pawai khusus di lingkungan pemalukan
3. Br. Kertasari dan Hita Bhuana sepanjang jalan Ahmad Yani menuju Taman Kota
4. Br. Dakdakan khusus di seputaran Jalan Ken Arok atau Lingkungan Dakdakan
5. Br. Tagtag Kaja, Br. Tagtag Tengah dan Br. Tagtag Klod sepakat untuk pawai sepanjang jalan Singasari – Jalan Merak
6. Br. Prajasari mengambil lokasi di Jalan Bedahulu menuju pusat kota.
Namun demikian seluruh tokoh masyarakat termasuk A.A Ngr Gd Widiada selaku tokoh puri memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada adik-adik STT dalam mempertahankan budaya kreatif yang terelisasi dalam bentuk ogoh-ogoh ini. Beliau uaga berharap adik-adik STT untuk lebih bias mengendalikan diri dan bertindak lebih positif dalam memaknai hari suci ini.