Menu

workshop Bank Sampah

  • Sabtu, 06 Oktober 2012
  • 1045x Dilihat
workshop Bank Sampah
Workshop Bank Sampah yang diselenggarakan Lembaga Bali Wastu Lestari bekerjasama dengan Yayasan Unilever Indonesia, mendapat dukungan dari banyak pihak, Universitas Mahendradatta Bali sebagai universitas tertua di Bali dan Nusa Tenggara beserta civitas akademikanya melalui sambutan Wakil Rektor I (I Wayan Wisadnya) menyatakan sangat merespon baik program ini, sehingga bisa menjadi tuan rumah workshop tepatnya di Aula Kampus Universitas Mahendradatta, diikuti 103 peserta. Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Denpasar I Ketut Wisada. Melalui sambutannya menjelaskan kondisi persampahan di Kota Denpasar, dimana telah banyak usaha dan kebijakan yang diambil pihak Pemkot namun belum signifikan menekan angka timbulan sampah karena kurangnya kesadaran semua pihak untuk bekerjasama dan berperan aktif menangani sampah. Sesuai tema yang diambil yaitu Bank Sampah merupakan salah satu solusi manajemen sampah yang berperan mengajak masyarakat mengambil manfaat dari sampah. Tugas Lembaga Bali Wastu Lestari dalam program Denpasar Hijau dan Bersih ini adalah bekerjasama dengan pihak terkait meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Ketua panitia workshop Ni Putu Puspawati, SE menjelaskan acara tersebut bertujuan mengenalkan system bank sampah kepada calon fasilitator. Dimana para peserta dengan antusias menyimak materi yang disampaikan dengan apik dan menarik oleh Ketut Suarnaya dari Bank Sampah Cahaya Partha Jaya. Menurut penanggung jawab program Denpasar Green & Clean 2012, Ni Wayan Riawati, SE, MSi, pihak Yayasan Unilever merencanakan membentuk 10 Bank Sampah skala Banjar, namun mengingat Denpasar Utara sebagai pilot project mewilayahi 11 desa/lurah maka atas persetujuan tim YUI tim Bali Wastu Lestari menetapkan akan membentuk 11 bank sampah. Tujuannya memberikan peluang dan hak yang sama kepada masing-masing desa/lurah. Namun jika ada desa/lurah yang belum siap menerima program ini maka tim Bali Wastu Lestari akan mengalihkan jatah tersebut ke wilayah desa/lurah lainnya yang lebih siap. Setelah workshop Jumat kemarin terlaksana sesuai harapan maka selanjutnya tugas tim Bali Wastu Lestari adalah melakukan pendekatan dan pendampingan pada peserta workshop untuk sosialisasi ke desa/lurahnya masing-masing dan mulai pendampingan pembentukan bank sampah. Peserta yang berasal dari civitas akademika Universitas Mahendradatta yang berasal dari seluruh Bali juga menyatakan sangat mendukung dan ingin mengembangkan system bank sampah di daerah asalnya. Hingga workshop ditutup oleh Bapak Lurah Peguyangan, I Wayan Yusswara meyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Garuda Wastu Lestari selaku inisiator workshop ini sebab kendala kita saat ini adalah merubah mindset dan perilaku masyarakat dalam menangani sampah secara bijak. Adanya pro dan kontra di masyarakat ketika mengajak untuk swakelola sampah dibutuhkan pendekatan budaya melalui peran serta seluruh intitusi baik adat maupun dinas. Namun sebuah resiko yang harus diambil ketika kita menginginkan suatu perubahan sebab dalam penanganan sampah ini dibutuhkan komitmen yang kuat serta solusi jangka panjang dan tentunya semua itu harus dihadapi dengan senyum dan kesabaran. Intinya kita semua seharusnya tetap saling mengingatkan bahwa menjaga lingkungan tetap hijau dan bersih itu adalah bagian dari iman dan yadnya. (rah : ini perubahan dari saya untuk komentarnya) atas bantuannya sekali lagi saya ucapkan banyak terimakasih. Yusswara)

Artikel Lainnya

PENERIMAAN DUTA SANITASI


PEMBINAAN KADER POSYANDU

PLENO PEMILU 2013

PEMILU 2013