Menu

PENERTIBAN DUKTANG di BR. HITA BHUANA

  • Senin, 24 September 2012
  • 742x Dilihat
PENERTIBAN DUKTANG di BR. HITA BHUANA
Peguyangan, Padatnya jumlah penduduk Kota Denpasar memunculkan berbagai bentuk persoalaan sosial. Hal ini diperparah lagi dengan banyaknya penduduk pendatang yang ingin mengadu nasib di Kota Denpasar tanpa dibekali ketrampilan yang memadai. Sebagai antisipasi dari permasalahan sosial tersebut Keluhanan Peguyangan secara rutin melakukan penertiban administrasi kependudukan di wilayahnya.selain itu agar warga masyarakat lebih selektif dalam menerima penduduk pendatang. Posisi strategis Kelurahan Peguyangan khususnya Br. Hita Bhuana yang berlokasi di pusat Kota Denpasar menjadi salah satu tujuan bagi penduduk pendatang. Hal ini menjadi salah satu faktor dilaksanakan penertiban administrasi kependudukan untuk penduduk pendatang. Demikian disampaikan Lurah Peguyangan, I Wayan Yusswara, SSTP saat melakukan penertiban penduduk pendatang, Jumat, (21/9). Penertiban penduduk pendatang dilaksanakan secara rutin ini dikoordinir oleh Lurah dan staf. Selain itu penertiban penduduk pendatang melibatkan unsur Kecamatan Denpasar Utara, Babinkamtibmas, Babinsa Kelurahan Peguyangan, dengan melibatkan kepala Lingkungan dan Kelihan Banjar, Pecalang Banjar dan Hansip. Dalam sidak kali ini berhasil terjaring penduduk pendatang sebanyak 121 orang yang terdiri dari penduduk dalam Provinsi Bali sebanyak 57 orang, penduduk luar Provinsi Bali 42 orang, pepanjangan KIPPS dan STPPTS sebanyak 20 orang, lapor diri sebanyak 2 orang. Sidak kali ini merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh Kelurahan peguyangan beserta segenap jajarannya, dimana dalam setiap sidak dilaksanakan di masing-masing Banjar dengan menggunakan perangkat/sistem yang terintegrasi dan telah teruji untuk memudahkan dan mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Sistem ini dibuat sebagai bentuk kontribusi Kelurahan Peguyangan dalam menangai masalah kependudukan di Kota Denpasar, dimana sistemnya mirip dengan pembuatan KTP yaitu masyarakat yang terjaring dalam sidak didata dan langsung dicetak identitas yang bersangkutan pada saat itu juga. Kurang lebih memakan waktu 2 menit mulai dari entry data sampai out put berupa kartu identitas lengkap dengan foto yang bersangkutan. Pada kesempatan itu pula Lurah Peguyangan menyatakan bahwa seluruh data yang dientry terekam seluruhnya pada sistem yang ditanam pada 2 unit komputer yang sewaktu-waktu bisa diakses demi kepentingan tertib administrasi kependudukan. “Perangkat ini yang kita dekatkan dengan obyek untuk mempercepat perekaman dan pencetakan identitas sebagi bentuk reward kita kepada masyarakat yang taat dalam tertib administrasi kependudukan” ujarnya di sela-sela penertiban. Lurah Peguyangan I Wayan Yusswara juga menambahkan semua Lingkungan yang ada di wilayah Kelurahan Peguyangan telah rutin dilaksanakan penertiban administrasi kependudukan. Meski rutin dilaksanakan namun tetap saja banya penduduk pendatang tanpa identitas terjaring seperti di Br. Hita Bhuana ini. Bahkan dalam sidak rutin yang dilaksanakan oleh banjar-banjar banyak penduduk pendatang yang tanpa identitas tejaring tetap saja kesadaran masyarakat untuk mengurus identitasnya masih kurang. Ia mengharapkan melalui sidak administrasi kependudukan yang dilaksanakan secara rutin dapat meningkatkan kesadaran para penduduk pendatang untuk mengurus identitasnya bagi yang ingin tinggal di Kota Denpasar. I Ketut Nuridja, SH. MKN selaku Kaling Hita Bhuana juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak saja menjaring identitas penduduk pendatang itu sendiri, akan tetapi mengantisipasi aksi-aksi terror yang mengancam stabilitas keamanan dan ketertiban Bali. Kegiatan yang merupakan agenda rutin Kelurahan ini tidak semata-mata menjaring pendatang bermasalah, akan tetapi semakin menyadarkan masyarakat untuk tertib administrasi kependudukan. Hal ini juga untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan sekaligus sebagai kontrol terhadap aktivitas penduduk pendatang di Kota Denpasar. Bali sebagai destinasi wisata dunia dimana keamanan sebagai indicator utama. Oleh karena itu partisipasi segenap komponen masyarakat dalam menjaganya mutlak diperlukan, apalagi akhir-akhir ini hal tersebut mulai terusik dengan berbagai akasi terror yang mengatasnamakan keyakinan tertentu dan cenderung menjurus SARA.

Artikel Lainnya

PENERIMAAN DUTA SANITASI


PEMBINAAN KADER POSYANDU

PLENO PEMILU 2013

PEMILU 2013