Menu

2 Rumah dibobol maling

  • Selasa, 08 Januari 2013
  • 1310x Dilihat
2 Rumah dibobol maling
Di awal tahun 2013, warga yang tinggal di seputaran Jalan A. Yani, Gg. Satriya, Denpasar Barat, digemparkan aksi pencurian, Senin (7/1) dini hari kemarin. Dalam waktu semalam, dua rumah warga diketahui diobok-obok maling. Kuat dugaan, pelaku menggunakan ilmu sesirep. Sebab, penghuni rumah tidak ada yang mendengar saat pelaku beraksi, meski jendelanya dicongkel dan barang-barang berharga korban yang ditaruh di dalam kamar di bawa kabur. Dua rumah warga yang dibobol garong masing-masing milik Wayan Diasa (50) Rumahnya yang berlokasi di Gang Satriya IIB No. A9 Denpasar diketahui dimasuki maling sekitar pukul 05.30 wita. Ketika itu, Diasa bangun dari tidurnya dan melihat tas istrinya sudah terbuka. Setelah dilakukan pengecekan uang dan sejumlah perhiasan emas sudah lenyap. “saya bangunkan istri dan anak ternyata mereka tak tahu-menahu,” kata Diasa Kemarin. Begitu keluar rumah, ia makin kaget saat melihat anjingnya mati di pekarangan. Dicek lebih lanjut, kematian anjing itu diduga karena diracun. “kemungkinan sebelum beraksi, anjing saya diracun lebih dulu. Sebab, saya temukan beberapa pentol bakso di pekarangan. Pentol bakso itu kemungkinan mengandung racun,” jelasnya saat ditemui dilokasi kejadian. Ia menduga pelaku masuk ke dalam rumah dengan mudah. Sebab, gerbang dan pintu rumah diakui korban memang tidak terkunci. Saat kejadian, yang ada dirumah yakni korban, istrinya Ayu Mariani (47) dan dua anaknya. Sementara tas yang berisi uang Rp. 14 Juta dan sejumlah perhiasan ditaruh dikeranjang di dalam kamar. Posisi tas berada disamping tempat tidur. Saya dan istri serta dua anak sama sekali tidak mendengar apa-apa. Sepertinya, saya kena sesirep,” terangnya. Akibat kejadian itu, korban mengaku mengalami kerugian mencapai Rp. 45 juta. Tak hanya itu, rumah warga lainnya yakni milik Dewa Nyoman Darma (49) Di Gang Satriya No. 55, juga diketahui dibobol maling. Garong masuk ke dalam rumahnya dengan cara mencongkel jendela. Bahkan, jendela tersebut dicopot dan dibuang ke sawah. “saya, istri (Sang Ayu Made Sarini) dan dua anak sedang tidur,” ucapnya. Korban diketahui rumahnya disatroni maling sekitar pukul 24.00 wita. Ia bangun dari tidurnya dan tidak mendapati HP-nyayang ditaruh dibantal. “saya taruh HP disamping kepala. Saya kira yang mengambil istri atau anak saya. Begitu ke;uar dari kamar, saya melihat jendelabolong,” ceritanya. Mengetahui hal itu, korban bersama keluarganya melakukan pengecekan terhadap barang-barangnya. Ternyata HP istri dan anakny juga hilang. Korban yakin kalau rumahnya sempat dimasuki si tangan panjang. Tetapi ia heran, karena tidak mendengar suara apa-apa saat pelaku beraksi. Dipikir secara logika, lanjutnya, tidak mungkin dirinyatak mendengar ketika ada yang mencongkel jendela rumahnya. Ia meyakini, pelakunya menggunakan ilmu “sesirep” . “Kalau mencongkel jendela, apalagi sampai dicopot, pasti suaranya keras. Tetapi saya dan keluarga sama sekali tidak mendengarnya,” herannya. Setelah dilakukan pengecekan, selain tiga HP, Tas pinggang dan tas jinjing korban juga dibawa kabur. Akan tetapi, tasnya berhasil ditemukan di tengah sawah sementara isinya dijarah. Didalam tas ada surat-surat dan uang Rp. 1,5 juta. Namun hanya uangnya yang diambil, Surat-suratnya masih utuh, hanya uang yang diambil. Kerugian totalnya mencapai Rp. 4 Juta,” jelasnya kepada wartawan, kemarin. Kedua kasus pencurian itu telah dilaporkan ke polsek Denpasar Barat (Denbar). Penyidik masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Selain memeriksa sejumlah saksi, polisi juga mengumpulkan data di lapangan. “Kasusnya sudah ditangani Polsek Denbar. Pelaku tengah dikejar,” kata salah satu petugas Polsek Denbar.

Artikel Lainnya

PENERIMAAN DUTA SANITASI


PEMBINAAN KADER POSYANDU

PLENO PEMILU 2013

PEMILU 2013